RSS

13 Apr

Mak,

Jangan menangis lagi

Melihatmu bersedih

Hati aku turut pedih

Mak,

Jangan menangis lagi

Melihat air matamu bergenang

Aku turut dilanda bimbang

Mak,

Jangan menangis lagi

Melihat wajahmu muram

Aku hanya mampu berdiam

Mak,

Aku ingin bungkuskan pelangi

Supaya kau tersenyum kembali

Aku ingin kalungkan bintang

Supaya kau tertawa riang

Tapi yang ku mampu

Hanyalah secangkir kopi

Buat pembalut sepi…

-uTp, TrOnOh-

-3.10 am-

Melihat orang tersayang berduka di saat kau tak mampu berbuat apa-apa adalah satu rasa paling tak berguna dalam dunia.

Tanggal 10 April 2009 – separuh nyawa melayang.

 
3 Comments

Posted by on April 13, 2009 in famili, Peribadi, puisi

 

3 responses to “

  1. E;

    April 13, 2009 at 4:21 am

    “Aku ingin bungkuskan pelangi
    Supaya kau tersenyum kembali”

    – saya suka phrase ni.

     
  2. CAHAYA MATA

    April 13, 2009 at 9:05 am

    cik sue..
    ke mana nyawa itu melayang..? apa yg terjadi..?

    emmm.. (-.-)

     
  3. sUe

    April 13, 2009 at 11:55 pm

    E: terima kasih.🙂

    cahaya mata: entahlah. sukar untuk dijelaskan. nantilah, andai ada kekuatan, saya akan ceritakan ya?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: