RSS

Sungguh Aku Malu

15 Nov
Sungguh aku malu
Untuk menatap pandangan-Mu
Yang mampu menembusi
Tiap ruang sukmaku
Sungguh aku malu
Untuk menadah dan meminta kasih-Mu
Sedang aku masih
Hanyir berselaput dosa yang berdebu
Sungguh aku malu
Untuk menagih cinta-Mu
Sedang cintaku sendiri
Masih lompong di sana sini
Sungguh aku malu
Untuk mengecap segala nikmat-Mu
Sedang diri acapkali
Alpa dalam mensyukuri
Sungguh aku malu
Untuk merayu ampunan-Mu
Sedang diri masih
Berlumur dosa yang serupa berulang-ulang kali
Sungguh aku malu
Untuk menangis dan merintih
Sedang Engkau Maha Mengetahui
Tuluskah taubat di sudut hati
Sungguh
Malunya aku pada-Mu
Yang Maha Perkasa
Yang Maha Agung
Yang Maha Bijaksana
Namun aku bermohon
Atas sifat Rahman-Mu
Jangan Engkau cabutkan
Rasa malu ini
Kerna tanpanya Tuhanku
Aku hilang rasa menginsafi
Aku jadi manusia lupa diri
Yang alpa dalam mencari
Secebis cahaya di gelap sepi…
Diri yang kosong
Sg Petani
1.48 a.m
 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2007 in puisi, Refleksi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: