Sungguh Aku Malu

November 15, 2007

Sungguh aku malu
Untuk menatap pandangan-Mu
Yang mampu menembusi
Tiap ruang sukmaku
Sungguh aku malu
Untuk menadah dan meminta kasih-Mu
Sedang aku masih
Hanyir berselaput dosa yang berdebu
Sungguh aku malu
Untuk menagih cinta-Mu
Sedang cintaku sendiri
Masih lompong di sana sini
Sungguh aku malu
Untuk mengecap segala nikmat-Mu
Sedang diri acapkali
Alpa dalam mensyukuri
Sungguh aku malu
Untuk merayu ampunan-Mu
Sedang diri masih
Berlumur dosa yang serupa berulang-ulang kali
Sungguh aku malu
Untuk menangis dan merintih
Sedang Engkau Maha Mengetahui
Tuluskah taubat di sudut hati
Sungguh
Malunya aku pada-Mu
Yang Maha Perkasa
Yang Maha Agung
Yang Maha Bijaksana
Namun aku bermohon
Atas sifat Rahman-Mu
Jangan Engkau cabutkan
Rasa malu ini
Kerna tanpanya Tuhanku
Aku hilang rasa menginsafi
Aku jadi manusia lupa diri
Yang alpa dalam mencari
Secebis cahaya di gelap sepi…
Diri yang kosong
Sg Petani
1.48 a.m

Entry Filed under: Refleksi, puisi. .

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


dia mahu ke bintang, tapi tak tergapai tangan. dia senyum dapat pelangi, yang datang selepas hujan.

ONLINE

Author

RSS Quote of The Day

Calendar

November 2007
M T W T F S S
    Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Twitter

Archives

The Other Bloggers

The Other UTP-ians

The Websites

Recent Posts

Recent Comments

hazwan on hati yang tersimpul mati
f9 on What you don’t know won…
f9 on Address
fyEk on What you don’t know won…
hazwab on What you don’t know won…

Top Posts

Category Cloud

bahasa Bebelan saya Bengong Buku Dunia famili Filem jiwa kacau Kerja lagu Manusia negara Nostalgia Pengalaman Peribadi puisi Refleksi Saja Mengada Sekolah Tag Teman Uncategorized

Blog Stats

FEEDJIT

wordpress blog stats